Model Audit program untuk Hutang (prosedur audit hutang)

PT TOOLKIT                                                                                        Dibuat oleh : [                    ]

Pengujian Terinci atas Hutang                                                        Diperiksa oleh : [                    ]

Ref. ….

Perkiraan Hutang

PROSEDUR KHUSUS UNTUK RISIKO YANG TERIDENTIFIKASI

 

  Risiko Asersi Prosedur Audit Dilakukan oleh: Kesimpulan
           
           

 

PROSEDUR UMUM

 

No. Tujuan Prosedur Audit Dilakukan oleh: Kesimpulan, Referensi
1. Total hutang usaha dalam daftar rincian hutang usaha sesuai dengan buku besar induk (akurasi rincian).
  • Tes akurasi rincian hutang usaha.
  • Telusuri jumlah total ke buku besar.
  • Telusuri jumlah ke berkas induk deskripsi transaksi pembelian.
2. Hutang usaha dalam daftar rincian hutang usaha adalah absah (keberadaan atas keterjadian)
  • Telusuri dari daftar rincian hutang usaha ke faktur pembelian.
  • Konfirmasi hutang usaha, dengan penekanan pada jumlah yang besar dan tidak lazim.
3. Semua hutang usaha telah dicatat dalam daftar rincian (kelengkapan)
  • Periksa apakah pembayaran dan faktur pembelian yang diterima setelah tanggal neraca telah dicatat pada periode yang sesuai.
4. Akurasi dari daftar hutang usaha (akurasi)
  • Laksanakan prosedur yang sama dengan yang dipergunakan untuk pengujian keabsahan dan pisah batas.
5. Hutang usaha dalam daftar hutang usaha diklasifikasikan dengan memadai (klasifikasi).     Telaah apakah klasifikasi telah dilakukan untuk pihak yang mempunyai hubungan istimewa, wesel bayar, hutang bank, hutang bunga, hutang jangka panjang dan cerukan dalam cerukan dalam buku besar.
6. Perusahaan memiliki kewajiban untuk membayar sejumlah yang terhutang (kewajiban)
  • Periksa rekening pemasok dan konfirmasikan hutang usaha.
7. Akun dalam siklus pembelian dan pembayaran diungkapkan dengan semestinya
  • Telaah laporan keuangan untuk meyakinkan bahwa kewajiban karena hubungan istimewa, jangka panjang, dan hutang bunga telah diungkapkan terpisah.

Posted on Januari 23, 2014, in Praktek Pemeriksaan Akuntansi. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: