MANAJEMEN PERSEDIAAN, JUST-IN-TIME DAN KALKULASI BIAYA BACKFLUSH

MANAJEMEN PERSEDIAAN, JUST-IN-TIME DAN KALKULASI BIAYA BACKFLUSH

 

 

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengidentifikasi lima kategori biaya yang berhubungan dengan barang yang akan dijual.
  2. Menyeimbangkan biaya pemesanan dengan biaya penyimpanan dengan menggunakan model keputusan economic-order-quantity (EOQ).
  3. Mengidentifikasi dan mengurangi konflik yang dapat terjadi antara model keputusan EOQ dan model yang digunakan untuk evaluasi kinerja.
  4. Menggunakan pendekatan rantai suplai unuk manajemen persediaan.
  5. Membedakan sistem materials requirements planning (MRP) dengan just-in-time (JIT) dalam manufaktur.
  6. Mengidentifikasi fitur-fitur sistem produksi just-in-time.
  7. Menggunakan kalkulasi biaya backflush.
  8. Menguraikan cara kalkulasi biaya backflush yang berbeda dapat menyederhanakan sistem kalkulasi biaya persediaan tradisional.

Biaya yang berhubungan dengan Barang yang Akan Dijual

  1. Biaya Pembelian (pruchasing costs) harga pokok yang diperoleh dari pemasok, termasuk ongkos angkut. Biaya-biaya tersebut biasanya merupakan kategori biaya barang yang akan dijual yang terbesar. Diskon atas berbagai ukuran pesanan pembelian dan syarat kredit pemasok akan mempengaruhi biaya pembelian.
  2. Biaya pemesanan (ordering costs) biaya persiapakn dan menerbitkan pesanan pembelian, menerima dan memeriksa item yang dimasukkan dalam pesanan, dan mencocokkan faktur yang diterima, pesanan pembelian, serta catatan pengiriman untuk melakukan pembayaran. Biaya pemesanan termasuk biaya memperoleh persetujuan pembelian, serta biaya pemrosesan khusus lainnya.
  3. Biaya penyimpanan (carrying cost) biaya yang terjadi ketika menyimpan persediaan barang yang akan dijual. Biaya penyimpanan termasuk biaya oportunitas investasi yang terikat dalam persediaan dan biaya yang berkaitan dengan peyimpanan seperti, sewa tempat, asuransi, keusangan, kerusakan, dan penciutan (akibat pencurian).
  4. Biaya kehabisan persediaan (stockout costs) biaya yang terjadi ketika perusahaan kehabisan item tertentu yang diminta oleh pelanggan – kehabisan persediaan (stockout) – dan perusahaan harus bertindak cepatu ntuk memenuhi permintaan tersebut atau mengalami kerugian karena tidak memenuhinya. Suatu perusahaan dapat merespons kehabisan persediaan dengan mempercepat pesanandari pemasok, yang akan menjadi mahal karena harus mengeluarkan biaya pemesanana tambahan plus biaya transportasi terkait. Atau perusahaan akan kehilangan penjualan akibat kehabisan persediaan. Dalam kasus ini, biaya oportunitas dari kehabisan persediaan mencakup hilangnya marjin kontribusi atas penjualan yang batal dilakukan ditambah setiap marjin kontribusi yang hilang atas penjualan dimasa depan akibat keengganan pelanggan untuk kembali melakukan pembelian.
  5. Biaya kualtias (quality costs) biaya yang terjadi apabila fitur dan karakteristik suatu produk atau jasa tidak sesuai dengan spesifikasi pelanggan. Ada emat kategori biaya kualitas – biaya pencegahan, biaya penilaian, biaya kegagalan internal, dan biaya kegagalan eksternal.

 

Model Keputusan Economic-Order-Quantity (EOQ)

Kuantitas pesanan yang ekonomis (economic-order-quality –EOQ) adalah model keputusan yang menurut serangkaian asumsi tertentu, menghitung kuantitas optimal persediaan yang akan di pesan. Versi model EOQ yang paling sederhana mengasumsikan hanya ada biaya pemesanan serta penyimpangan, dan model tersebut juga mengasumsikan:

  1. Kuantitas yang sama dipesan pada setiap titik pemesanan kembali.
  2. Permintaan, biaya pemesanan, dan biaya penyimpanan sudah diketahui dengan pasti. Waktu tenggang pesanan pembelian (purchase order lead time) antara melakukan pesanan dan pengirimannya juga diketahi dengan pasti.
  3. Biaya pembelian per unit tidak terpengaruh oleh kuantitas yang dipesan. Asumsi ini membuat biaya pembelian menjadi tidak relevan untuk menentukan EOQ karena biaya pembelian semua unit yang diperoleh akan sama, tanpa memandang ukuran pesanan unit tersebut.
  4. Tidak terjadi kehabisan persediaan. Dasar asumsi ini adalah bahwa biaya kehabisan persediaan sedemikian tinggi sehingga manajer mempertahankan persediaan yang cukup untuk mencegahnya.
  5. Dalam memutuskan ukuran pesanan pembelian, manajer mempertimbangkan biaya kualitas hanya sejauh biaya tersebut mempengaruhi biaya pemesanan atau penyimpanan.

Rumus untuk model EOQ adalah

Gambar

Dimama :

D    =   Permintaan dalam unit selama suatu periode tertentu (satu tahaun dalam contoh ini)

P     =   Biaya pemesanan yang relevan per pesanan pembelian

C    =   Biaya penyimpanan yang relevan atas satu unit yang disimpan selama periode waktu yang digunakan untuk D (satu tahun)

 

Kapan Melakukan Pesanan, dengan Asumsi Sudah Pasti

Titik pemesanan kembali (reorder point) adalah tingkat kuantitas persediaan yang ada di tangan yang memicu pesanan pembelian baru.

Titik Pemesanan Kembali

=

Jumlah unit yang terjual per unit waktu

x

waktu tenggang pesanan pembelian

Persediaan Pengaman

Persediaan pengaman (safety stock) adalah persediaan yang disimpan sepanjang waktu tanpa memandang kuantitas persediaan yang dipesan denan mengunakan model EOQ.

Konflik antar Model Keputusan EOQ dan Evaluasi Kinerja manajer

Apa yang terjadi jika kuantitas pesanan yang dihitung berdasarkan model keputusan EOQ berbeda dengan kuantitas pesanan yang dipilih oleh manajer yang mengambil keputusan majamen persediaan agar kinerjanya terlihat bagus? Sebagai contoh, karena tidak ada biaya oportunitas yang dicatat dalam sistem akuntasi keuangan, dapat saja terjadi konflik antara kuantitas pesanan yang optimal dari model EOQ dengan kuantitas pesanan yang akan dipandang oleh manajer pembelian (yang dievaluasi berdasarkan angka-angka akuntansi keuangan) sebagai kuantitas yang optimal. Sebagai akibat dari pengabaian sejumlah biaya penyimpanan (biaya oportunitas), para manajer cenderung membeli ukuran lot bahan yang lebih besar ketimbang ukuran lot yang dihitung menurut model EOQ. Untuk mencapai kesesuaian antara model keputusan EOQ dan evaluasi kinerja manajer, perusahaan tseperti Wal-Mart merancang model evaluasi kinerja yang membebankan tanggung jawa kepada manajer untuk mengelola tingkat persediaan dengan biaya penyimpanan yang mencakup pengembalian atas investasi yang diperlukan.

Pembelian Just-In-Time

Pembelian just-in-time (JIT) adalah pembelian bahan (atau barang) yang kedatangannya tepat ketika diperlukan dalam produksi (atau penjualan). Mari kita pertimbangkan pembelian JIT untuk Hewleet-Packard (HP), yaitu produsen printer komputer. HP memiliki perjanjian jangka panjang dengan pemasok komponen-komponen utama printer-nya.

Pembelian JIT dan Paramater Model EOQ

Perusahaan yang beralih ke pembelian JIT untuk mengurangi biaya penyimpangan persediaannya sebenarnya jauh lebih besar dari yang diestimasi karena biaya gudang, penanganan, penciutan, dan modal tidak dapat diidentifikasi sepenuhnya. Pada waktu yang sama, biaya melakukan pesanan (parameter P dalam model EOQ) menurun karena:

  1. Perusahaan menetapkan perjanjian pembelian jangka panjang yang mendefinisikan harga dan syarat kualitas selama periode yang diperpanjang. Setiap pesanan pembelian yang dicakup oleh perjanjian tersebut tidak memerlukan negosiasi tambahan menyangkut harga atau kualitas.
  2. Perusahaan yang menggunakan hubungan elektronik, seperti Internet, untuk melakukan pesanan pembelian pada harga tertentu akan disetimasi menjadi bagian kecil dari biaya melakukan pesanan melalui telepon atau pos.
  3. Perusahaan menggunakan kartu pesanan pembelian (yang serupa dengan kartu kredit pelanggan seperti VISA dan MasterCard). Selama personil pembelian tetap berada dalam batasan dolar transaksi individual dan total yang telah ditetapkan sebelumnya, tidak diperlukan lagi prosedur persetujuan pengadaan yang memerlukan banyak tenaga kerja.

Biaya yang Relevan dalam Pembelian JIT

Pembelian JIT tidak hanya dipandu oleh model EOQ. Model EOQ hanya dirancang untuk menekankan trade-off antara biaya peyimpangan dan pemesanan yang relevan. Akan tetapi, manajemen persediaan juga mencakup biaya pembelian, biaya kehabisan persediaan, dan biaya kualitas. Kita kemudian akan menyajikan perhitungan biaya yang relevan dalam keputusan pembelian JIT.

Manajemen Persediaan dan MPR

Materials requirements planning (MRP) adalah sistem “push-through” yang membuat barang jadi sebagai persediaan berdasarkan peramalan permintaan. MRP menggunakan (1) peramalan permintaan akan produk akhir, (2) bill of materials yang merinci bahan, komponen, dan subperakitan bagi setiap produk akhir, dan (3) kuantitas bahan, komponen, dan persediaan produk untuk menentukan output yang diperlukan pada setiap tahap produksi.

Ukuran Kinerja dan Pengendalian dalam Produksi JIT

Selain observasi pribadi, daftar berikut menjelaskan ukuran-ukuran yang digunakan manajer untuk mengevaluasi dan mengendalikan produksi JIT serta bagaimana ukuran tersebut diperkirakan akan terpengaruh oleh JIT.

  1. Ukuran kinerja keuangan, seperti rasio perputaran persediaan (harga pokok penjualan ÷ rata-rata persediaan), yang diharapkan menurun.
  2. Ukuran kinerja nonkeuangan dari waktu, persediaan, dan kualitas, seperti :

–       Waktu tenggang manufaktur, yang diharapkan menurun.

–       Unit yang diproduksi per jam, yang diharapkan meningkat.

–       Jumlah hari persediaan yang ada ditangan, yang diharapkan menurun.

–      Gambar, yang diharapkan menurun

–       Gambar , yang diharapkan menurun.

Kalkulasi Biaya Backflush

Mengorganisasikan manufaktur dalam sel, yang mengurangi kerusakan dan waktu tenggang manufaktur, serta memastikan pengiriman bahan secara tepat waktu, akan memungkinkan pembelian, produksi, dan penjualan terjadi dalam urutan yang cepat dengan persediaan yang minimal. Ketiadaan persediaan akan membuat pilihan mengenai asumsi arus biaya (seperti metode rata-rata tertimbang atau FIFO) atau metode kalkulasi biaya persediaan manufaktur dari periode akuntasi mengalir secara langsung ke harga pokok penjualan. Cepatnya konversi bahan langsung menjadi barang jadi yang segera terjual akan sangat menyederhanakan sistem kalkulasi biaya.

Posted on November 18, 2013, in Akuntansi Manajemen II. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: