Standar dan Laporan Audit

STANDAR AUDIT

 A.    Pengertian Standar Audit

Standar audit adalah ukuran pelaksanaan tindakan yang merupakan pedoman umum bagi auditor dalam melaksanakan audit.

B.     Pembagian Standar Audit

Standar audit terdiri dari sepuluh standar yang dibagi kedalam 3 kelompok besar, yaitu :

  1. Standar umum
  1. Standar Pekerjaan Lapangan
  2. Standar Pelaporan

Standar pelaporan terdiri dari:

LAPORAN AUDIT

A.      Laporan Audit Standar Dengan Pendapat Wajar tanpa Pengeculian

Bentuk laporan audit yang paling umum adalah laporan audit standar dengan pendapatan wajar tanpa pengecualian. Lebih dari 90 persen laporan audit menggunakan bentuk ini. Laporan audit standar wajar tanpa pengecualian digunakan bila kondisi berikut terpenuhi.

Kondisi Untuk Laporan Wajar Tanpa Pengecualian :

  1. Semua Laporan keuangan – neraca, laporan laba rugi, saldo laba dan laporan arus kas – sudah tercakup didalam laporan keuangan.
  2. Ketiga strandar umum telah diikuti sepenuhnya dalam penugasan.
  3. Bahan bukti yang cukup telah dikumpulkan dan auditor tesebut telah melaksanakan penugasan dengan cara yang memungkinkan baginya untuk menyimpulkan bahwa ketiga standar pekerjaan lapangn telah dipenuhi.
  4. Laporan keuangan disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum ini berarti bahwa pengungkapan yang memadai telah disertakan dalam catatan kaki dan bagian-bagian lain laporan keuangan.

Tidak terdapat situasi yang memerlukan penambahan paragraf penjelasan atau modifikasi kata-kata dalam laporan.

B.      Bagian-Bagian Dari Laporan Audit Bentuk Baku

Terlepas dari siapa auditornya,ketujuh bagian laporan audit berikut ini akan tetap sama.

  1. Judul laporan
  2. Alamat yang dituju laporan audit
  3. Pragraf pendahuluan
  4. Pragraf lingkup audit
  5. Pragraf pendapat
  6. Tanda tangan dan nama akuntan publik
  7. Tanggal laporan audit

C.      Keadaan Yang Menyebabkan Panyimpangan Pendapat Dari Wajar Tanpa Pengecualian

Dalam membahas laporan audit yang menyimpang dari laporan audit standar ada tiga topik yang berhubungan, yaitu : yang menyebabkan penyimpangn dari pendapat wajar tanpa pengecualian, jelas pendapat selain dari pendapat wajar tanpa pengecualian, dan materialitas.

Kondisi 1. Pembatasan lingkup audit.

Kondisi 2. Laporan keungan tidak disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum sebagai

  1. Laporan Audit Selain Laporan Wajar Tanpa Pengecualian

Jika salah satu dari ketiga kondisi diatas, yang menuntut penyimpangan dari pendapat wajar tanpa pengecualian, ditemukan dalam audit dan dampaknya material, auditor harus memberikan pendapat selain wajar tanpa pengecualian dalam laporannya. Pendapat tidak wajar (adverse opinion), pernyataan tidak memberi pendapat (disclaimer of opinion), dan pendapat wajar dengan pengecualian (qualified opinion).

  1. Pendapat Tidak Wajar
  2. Pernyataan Tudak Memberikan Pendapat
  3. Pendapat Wajar Dengan Pengecualian

 

Posted on Desember 21, 2012, in Pemeriksaan Akuntansi and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: