Etika Profesional

ETIKA PROFESIONAL

Apakah Etika Itu?

Etika secara umum didefinisikan sebagai perangkat prinsip moral atau nilai.

Daftar prinsip-prinsip berikut ini berhubungan dengan karakteristik dan nilai-nilai yang sebagian besar dihubungkan dengan prilaku etis

  • Kejujuran
  • Integritas
  • Mematuhi Janji
  • Loyalitas
  • Keadilan
  • Kepedulian kepada Orang Lain
  • Menghargai Orang Lain
  • Menjadi Warga Yang Bertanggungjawab
  • Mencapai Yang Terbaik
  • Ketanggunggutan

Kebutuhan akan Etika

Kebutuhan akan etika dalam masyarakat cukup penting sehingga banyak diantara nilai-nilai etika yang dimasukkan dalam undang-undang. Sejumlah besar nilai etika dalam masyarakat tidak dapat dimasukkan dalam undang-undang karena sifat nilai tertentu yang memerlukan pertimbangan.

Mengapa Orang Bertindak Tidak Beretika

Terdapat dua alasan utama mengapa orang bertindak tidak beretika ;

  1. Standar etika seseorang berbeda dari masyarakat umum
  2. Seseorang memilih bertindak semaunya

Etika Dalam Bisnis

Ada beberapa akibat potensial dari kasus-kasus dan terdapat banyak kritik terhadap bisnis yang ditampilkan filem, televisi, surat kabar dan media lainnya. Contoh kasus pertama tadi menunjukkan upaya untuk membuat perilaku bisnis yang tidak beretika seolah-olah normal saja. Kasus kedua menyimpulkan bahwa perilaku manajemen tersebut tidak beretika dan bisnisnya tetap sukses. Akhirnya, dan barangkali merupakan yang terpenting, adalah menyimpulkan bawa suatu tindakan haruslah benar-benar ekstrim untuk dinyatakan sebagai tidak beretika. Sebagai contoh, merupakan tanggungjawab social untuk memperlakukan pegawai, pelanggan dan pemasok secara jujur dan adil, tetapi dalam jangka panjang banyak kemungkinan tindakan yang akan diambil untuk keberhasilan bisnis.

Dilema Etika

Dilema etika adalah situasi yang dihadapi seseorang dimana keputusan mengenai perilaku yang pantas harus dibuat. Contoh sederhana dari dilema etika adalah pada saat kita menemukan cicin berlianyang memaksa kita untuk memutuskan mengembalikan pada pemiliknya atau untuk kita saja.

Auditor, akuntan dan kalangan bisnis lainnya menghadapi banyak dilema etika dalam karier bisnis mereka

Memecahkan Dilema Etika

Ada beberapa alternative pemecahan dilemma etika, tetapi harus berhati-hati untuk menghidari cara yang merupakan rasionalisasi perilakutidak beretika. Berikut ini adalah metode rasionalisasi yang biasanya digunakan bagi perilaku tidak beretika ;

–          Semua orang melakukannya

–          Jika itu legal, maka itu beretika

–          Kemungkinan ketahuan dan konsekuensinya

–          Fakta Relevan

–          Masalah etika

–          Konsekuensi dari setiap alternative

Kebutuhan Khusus Berperilaku Beretika Dalam Profesi

Alasan yang mendasari diperlukannya perilaku professional yang tinggi pada setiap profesi adalah kebutuan akan kepercayaan public terhadap kualitas jasa yang diberikan profesi, terlepas dari yang dilakukan secara peorangan. Bagi akuntan public, penting untuk meyakinkan klien dan pemakai laporan keuangan akan kualitas audit dan jasa lainnya. Jika pmakai jasa tidak mempunyai keyakinan pada ali medis, hakim atau akuntan public, kemampuan professional itu untuk memberikan jasa kepada klien dan asyarakat secara efekti berkurang.

Prinsip Prilaku Profesional

Prinsip-prinsip Etika

  1. Tanggungjawab
  2. Kepentingan masyarakat
  3. Integritas
  4. Objektivitas dan Independen
  5. Keseksamaan
  6. Lingkup dan Sifat Jasa

Independensi

Independensi dalam audit berarti cara pandang yang tidak memihak di dalam pelaksanaan pengujian, evaluasi hasil pemeriksaan, dan penyusunan laporan audit. Apabila auditor adalah seorang penasehat klien,seorang banker atau yang lainnya, dia tidak dapat dikatakan independen.

Hubungan Keuangan Dengan Klien

Di Amerika Serikat, tedapat aturan yang lebih rinci mengenai peilikan saham tersebut. Ada tiga perbedaan dalamperaturan 101 da Amerika Serikat sehubungan dengan independensi dan kepemilikan saham ;

–          Partner atau pemegang saham kontra non-partner atau non-pemegang saham

–          Kepentingan keuangan langsung dan tidak langsung

–          Material dan tidak material

–          Mantan praktisi

–          Prsedur peminjaman yang normal

–          Kepentingan keuangan pada hubungan keluarga

–          Hubungan investor atau investee bersama dengan klien

–          Komisaris, direksi, manajemen atau pegawai perusahaan

Upaya Memelihara Independensi

Banyak elemen-elemen dan persyaratan atau dorongan lain bagi akuntan untuk mempertahankan independensi dalam kenyataan dalam penampilan. Hal-hal itu yang yang terutama berlaku di Amerika Serikat, akan diikhtisarkan secara ringkas sebagai berikut.

–          Kewajiban Hukum

–          Peraturan 101, interperestasi dan ketentuannya

–          Standar auditing yang berlaku umum

–          Standar pengendalian mutu IAI (dan AICPA di Amerika Serikat)

–          Pendivisian Perusahaaan

–          Komite Audit

–          Kominikasi denagn auditor pendahuluan

–          Menjajangi pendapat mengenai penerapan prinsip akuntansi

–          Pengesahan auditor oleh pemegang saham

Standar-Standar Teknis

Di Amerika Serikat terdapat aturan-atuaran perilaku bagi anggota AICPA yang berkaitan dengan standar teknis.

Peraturan 201– Standar Umum

Peraturan 202– Ketaatan pada standar

Peraturan 203– Prinsip akuntansi

Peraturan 301– Informasi Rahasia Klien

Tindakan Yang Mendatangkan AIB

Tindakan yang mendatangkan AIB kurang jelas didefinisikan dalam aturan dan interprestasi. Ada tiga interprestasi, tetapi kecuali untuk yang pertama, semuanya masih tersamar. Ketiga interprestasi itu diikhtisarkan berikut ini ;

  1. Merupakan tindakan tercela bila menahan catatan klien setelah mereka meminta.
  2. Kantor akuntan public tidak boleh melakukan diskriminasi berdasarkan ras, warna kulit, agam, jenis kelamin, umur maupun asal kebangsaan.

Audit Objecktive

Auditing adalah proses pengumpulan dan pengevaluasian bahan bukti tentang informasi yang dapat diukur mengenai suatu entitas ekonomi yang dilakukan seorang yang kompeten dan independen untuk dapat menentukan dan melaporkan kesesuaian informasi dimaksud dengan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan.

Audit Evidence ( Bukti Audit )

Bukti audit adalah segala informasi yang mendukung angka-angka atau informasi lain yang disajikan dalam laporan keuangan yang dapat digunakan oleh auditor sebagai dasar untuk menyatakan pendapatnya

Working Paper

Kertas kerja adalah catatan yang diselenggarakan oleh auditor mengenai prosedur audit yang ditempuhnya, pengujian yang dilakukannya, informasi yang diperolehnya, dan simpulan yang dibuatnya sehubungan dengan auditnya. Kertas kerja merupakan mata rantai yang menghubungkan catatan akuntansi klien dengan laporan audit yang dihasilkan oleh auditor. Kertas kerja biasanya harus berisi dokumentasi yang memperlihatkan:

(a) telah dilaksanakannya standar pekerjaan lapangan pertama,

(b) telah dilaksanakannya standar pekerjaan lapangan kedua,

(c) telah dilaksanakannya standar pekerjaan lapangan ketiga,

Empat tujuan terpenting pembuatan kertas kerja adalah untuk :

(1) mendukung pendapat auditor atas laporan keuangan auditan,

(2) menguatkan simpulan-simpulan auditor dan kompetensi auditnya,

(3) mengkoordinasi dan mengorganisasi semua tahap audit, dan

(4) memberikan pedoman dalam audit tahun berikutnya.

Faktor yg harus diperhatikan dlm pembuatan kertas kerja:

1. Lengkap

2. Teliti

3. Ringkas

4. Jelas

5. Rapi

TIPE KERTAS KERJA:

1.   Program Audit (Audit Program)

2.   Working Trial Balance

3.    Ringkasan Jurnal adjustment

4.   Skedul Utama (lead schedule atau top schedule)

5.    Skedul Pendukung (Supporting Schedule)

Susunan Kertas Kerja :

  1. Draft Laporan Audit (Audit Report)
  2. Laporan Keuangan Auditan
  3. Ringkasan Informasi bagi reviewer
  4. Program Audit
  5. Laporan Keuangan / Lembar Kerja yg dibuat klien
  6. Ringkasan Jurnal Adjustment
  7. Working Trial Balance
  8. Skedul Utama
  9. Skedul Pendukung

Jenis Pengarsipan Kertas Kerja:

  1. Arsip Kini (Current File)
  1. Arsip Permanen (Permanent File

Posted on Desember 21, 2012, in Pemeriksaan Akuntansi. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: