SISTEM AKUNTANSI DAN PENGENDALIAN INTERNAL

NAMA  : SALMAN HUSIN                                                                                                                             NIM     :  0902132904
TUGAS PENGANTAR AKUNTANSI
 SISTEM AKUNTANSI DAN PENGENDALIAN INTERNAL
UNIVERSITAS RIAUPEKANBARU, DESEMBER 2009




SISTEM AKUNTANSI DAN PENGENDALIAN INTERNAL

 A.    Dasar Sistem Akuntansi

Sistem akuntansi (accounting system) adalah metode dan prosedur untuk mengumpulkan, mengklasifikasikann, mengikhtisarkan dan melaporkan informasi operasi dan keuangan sebuah perusahaan. Sistem akuntansi bagi sebagian besar perusahaan lebih kompleks dibandingkan dengan sistem akuntansi Netsolutions. Sistem akuntansi pada perusahaan-perusahaan tersebut harus mampu mengumpulkan,  mengakumulasikan, dan melaporkan berbagai macam transaksi.

Sistem akuntansi berkembang melalui tiga langkah yaitu :

  1. Analisis → identifikasi kebutuhan pihak-pihak yang membutuhkan informasi keuangan perusahaan dan penentuan bagaimana sistem akan menyajikan informasi tersebut.
  2. Sistem akuntansi didesain sehingga mampu memenuhi kebutuhan para pengguna. Bagi Netsolution, sistem manual yang sangat mendasar telah didesain. Sistem manual ini meliputi bagian akun atau daftar akun (chart of accounts), jurnal dua kolom, dan buku besar.

Penerapan  → sistem akuntansi diterapkan dan digunakan. Bagi Netsolutions sistem tersebut telah digunakan untuk mencatat transaksi dan menyusun laporan keuangan. Sekali sebuah sistem telah diterapkan unpan balik atau masukan dari para pengguna informasi dapat digunakan untuk menganalisisdan memperbaiki sistem tersebut.

B.     Pengendalian Internal

Pengendalian internal dan metode pengolahan data merupakan hal yang mendasar dalam sistem akuntansi. Pengendalian internal (internal control) adalah kebijakan dan prosedur yang melindungi aset perusahaan dan kesalahan penggunaan.memastikan bahwa informasi usaha yang disajikan akurat dan meyakinkan bahwa hukum serta peraturan telah diikuti.metode pemrosesan merupakan sarana yang digunakan oleh sebuah sistem untuk mengumpulkan, mengikhtisarkan dan melaporkan informasi.

  1. Tujuan Pengendalian Internal

Pengendalian internal memberikan jaminan yang memadai yaitu :

  1. Aset dilindungi dan digunakan untuk pencapain tujuan usaha
  2. Informasi bisnis akurat
  3. Karyawan mematuhi peraturan dan ketentuan.
  4. Unsur-unsur Pengendalian Internal

Manajemen bertanggung jawab untuk merancang dan menerapkan lima unsur pengendalian internal (elements of internal control) untuk mencapai tiga tujuan pengendalian internal. Unsur-unsur tersebut yaitu:

  1. Lingkungan pengendalian
  2. Penilaian atau penetapan resiko
  3. Prosedur pengendalian
  4. Pemantauan (monitoring)
  5. Informasi dan komunikasi.

a.      Lingkungan Pengendalian

Salah satu faktor yang memengaruhi lingkungan pengendalian adalah falsafah dan gaya operasional manajemen. Struktur organisasi usaha yang merupakan kerangka dasar untuk perencanaan dan pengendalian operasi juga mempengaruhi lingkungan pengendalian. Dan kebijakan personalia juga mempengaruhi lingkungan pengendalian. Kebijakan personalia meliputi perekrutan, pelatihan, evaluasi, penetapan gaji dan promosi karyawan.

b.      Penilaian Resiko

Semua organisasi menghadapi resiko. Contoh-contoh resiko meliputi perubahan-perubahan tuntutan pelanggan, ancaman persaingan, perubahan peraturan, perubahan-perubahan faktor ekonomi seperti perubahan suku bunga, dan pelanggan karyawan atas kebijakan dan prosedur perusahaan.

c.       Prosedur Pengendalian

Prosedur pengendalian ditetapkan untuk memberikan jaminan yang memadai bahwa sasaran bisnis akan dicapai, termasuk pencegahan penggelapan. Adapun prosedurnya yaitu :

  1. Pegawai yang kompeten, perputaran tugas dan cuti wajib
  2. Pemisahan tanggung jawab operasi yang berkaitan
  3. Pemisahan operasi, pengamanan aset dan akuntansi
  4. Prosedur pembuktian dan pengamanan.

d.      Pemantauan

Pemantauan terhadap sistem pengendalian internal akan mengidentifikasi di mana letak kelemahannya dan memperbaiki efektivitas pengendalian tersebut. Sistem pengendalian internal dapat dipantau secara rutin atau melalui evaluasi khusus.

e.       Informasi dan Komunikasi

Informasi dan komunikasi merupakan unsur penting dari pengendalian internal. Informasi mengenai lingkungan pengendalian, penilaian risiko, prosedur pengendalian dan pemantauan diperlukan oleh manajemen untuk mengarahkan operasi dan memastikan terpenuhinya tuntutan-tuntutan pelaporan serta peraturan yang berlaku. Manajemen juga dapat menggunakan informasi eksternal untuk menilai peristiwa dan keadaan yang berpengaruh terhadap pengambilan keputusan dan pelaporan eksternal.

C.    Sistem Akuntansi Manual

1.      Buku Besar Pembantu

Apabila terdapat jumlah akun yang sangat besar dengan karakteristik yang sama, akun-akun tersebut dapat dikelompokkan ke suatu buku besar terpisah yang disebut buku besar pembantu (subsidiary ledger). Buku besar utama (primary ledger) yang menampung semua akun neraca dan laporan laba rugi disebut buku besar umum ( general ledger). Setiap buku besar pembantu diwakili dalam buku besar umum oleh suatu akun perangkum yang disebut akun pengendali (controlling account).hasil penjumlahan atas saldo pada buku besar pembantu harus sama dengan saldo akun pengendaliyang berkaitan. Dengan demikian, buku besar pembantu dapat dianggap sebagai buku besar kedua yang mendukung akun pengendali pada buku besar umum.

Akun untuk masing-masing pelanggan disusun menurut abjad pada buku besar pembantu yang disebut sebagai buku besar pembantu piutang usaha (account receivable subsidiary ledger)  atau buku besar pelanggan (customers ledger). Akun pengendali pada buku besar umum yang diikhtisarkan debit dan kredit ke masing-masing akun pelanggan adalah piutang usaha. Akun untuk masing-masing kreditur disusun menurut abjad pada buku besar pembantu yang disebut buku besar pembantu utang usaha (account payable subsidiary ledger) atau buku besar kreditur (creditur ledger). Akun pengendali pada buku besar umum adalah utang usaha.

2.      Jurnal Khusus

Salah satu cara untuk memproses data secara lebih efisien pada sistem akuntansi manual adalah memperluas jurnal umum dua kolom menjadi jurnal dengan banyak kolom (jurnal multikolom). Setiap kolom pada jural multikolom digunakan hanya untuk menampung transaksi yang mempengaruhi akun tertentu.

Jurnal umum multikolom mungkin sudah memadai bagi perusahaan kecil yang mempunyai banyak transaksi yang sifatnya sama. Akan tetapi, jurnal dengan terlalu banyak kolom untuk mencatat banyak transaksi tidak praktis bagi perusahaan besar. Oleh karena itu, sistem akuntansi dapat diperluas dengan mengganti jurnal multikolomtersebut dengan beberapa jurnal khusus (special journal). Setiap jurnal khusus dirancang untuk mencatat satu jenis transaksi yang terjadi berulang-ulang. Jurnal khusus adalah suatu metode untuk mengikhtisarkan transaksi yang merupakan bagian mendasar dari setiap sistem akuntansi.

Jurnal umum dua kolom yang disebut jurnal umum (general journal) atau jurnal ( journal ) saja dapat digunakan ayat-ayat yang tidak tertampung pada salah satu jurnal khusus. Pembahasan akan berfokus pada dua siklus operasi yang lazim ditemukan yaitu siklus pendapatan, siklus penerimaan kas, siklus pembelian dan siklus pembayaran.

Jurnal pendapatan

Jurnal pendapatan (revenue journal) digunakan hanya untuk mencatat pendapatan jasa secara kredit (fees earned on account). Pendapatan jasa yang diterima tunai dicatat pada jurnal penerimaan kas. Penjualan produk dicatat pada jurnal penjualan (sales journal) yang mirip dengan jurnal pendapatan.

Jurnal Penerimaan Kas

Semua transaksi yang melibatkan penerimaan kas dicatat pada jurnal penerimaan kas ( cash receipt journal ).jenis transaksi yang berkaitan dengan penerimaan kas dan seberapa sering hal itu terjadi menetukan judul-judul yang akan diberikan kepada kolom-kolom lain.

Akun pengendali dan buku besar pembantu piutang usaha

Setelah semua posting dilakukan untuk bulan tersebut, maka hasil penjumlahan atas saldo pada buku besar pembantu piutang usaha harus dibandingkan dengan saldo akun pengendali piutang usaha pada buku besar umum. Jika kedua jumlah tersebut tidak sama, maka kesalahan yang menyebabkan perbedaan tersebut perlu dicari dan dikoreksi.

Jurnal Pembelian

Jurnal pembelian (purchases journal) dirancang untuk mencatat semua pembelian secara kredit (purchases on account). Pembelian tunai akan dicatat pada jurnal pembayaran kas. Jurnal pembelian mempunyai kolom yang disebut Cr. Utang usaha. Jurnal pembelian juga  mempunyai kolom khusus untuk mencatat debit ke akun-akun yang paling sering terjadi. Karena Netsolutions sering kali mendebit akun perlengkapan, maka kolom Dr. Perlengkapan dimasukkan untuk transaksi tersebut.

Jurnal Pembayaran Kas

Kolom khusus untuk jurnal pembayaran kas (cash payment journal) ditentukan dengan cara yang sama seperti halnya dengan jurnal pendapatan, penerimaan kas, dan pembelian. Faktor penentunya adalah jenis transaksi yang akan dicatat dan seberapa sering transaksi tersebut terjadi.

Akun Pengendali dan Buku Besar Pembantu Utang Usaha

Setelah semua posting dilakukan untuk bulan tersebut hasil penjumlahan saldo-saldo buku besar pembantu utang usaha harus dibandingkan dengan saldo akun pengendali utang usaha pada buku besar umum.

D.    Modifikasi dan Sistem Akuntansi Manual
1.    Buku Besar Pembantu Tambahan

Umumnya. Buku besar pembantu digunakan untuk akun-akun yang terdiri dari banyak pos yang masing-masing mempunyai karakteristik khusus.

 2.    Jurnal Khusus yang Dimodifikasi

Perusahaan bisa memodifikasi jurnal khususnya dengan menambahkan satu atau beberapa kolom untuk mencatat transaksi yang sering terjadi.

Modifikasi lainnya atas jurnal khusus untuk jenis usaha tertentu dapat mengambil bentuk sebagai berikut :

  • Pertanian yaitu jurnal pembelian bisa dimodifikasi sehingga mencakup kolom untuk berbagai jenis tanaman, ternak, pupuk dan sebagainya
  • Bengkel Mobil yaitu jurnal pendapatan bisa dimodifikasikan sehingga mencakup kolom untuk setiap jenis jasa reparasi besar yang dilakukan. Selain itu kolom reparasi dibawah garansi, pebebanan kaetu kredit, dan pajak penjualan bisa ditambahkan.
  • Rumah Sakit yaitu jurnal penerimaan kas bisa dimodifikasi agar mencakup kolom untuk penerimaan dari tagihan kepada pasien, penerimaan dari asuransi kesehatan, perusahaan langganan dan sebagainya.
  • Bioskop yaitu jurnal penerimaan kas bisa dimodifikasi agar mencakup kolom untuk tiket masuk biasa, tiket diskon, dan tiket hadiah.
  • Restoran yaitu jurnal pembelian bisa dimodifikasi sehingga terdapat kolom untuk makanan, taplak meja, sendok, garpu dan gelas serta perlengkapan dapur.

E.     Sistem Akuntansi Terkomputerisasi

Sistem akuntansi terkomputerisasi memiliki tiga keuntungan utama dibandingkan dengan sistem menual, yaitu :

  • Sistem yang terkomputerisasi menyederhanakan proses pencatatan dan penyimpanan data. Transaksi dicatat dalam bentuk elektronik dan pada saat yang bersamaan diposting secara elektronik ke buku besar dan buku besar pembantu.
  • Sistem yang dikomputerisasi biasanya lebih akurat dibandingkan dengan sistem manual.
  • Sistem yang terkomputerisasi menyediakan manajemen dengan informasi saldo akun yang mutakhir untuk mendukung pengambilan keputusan. Hal ini disebabkan oleh posting langsung dari jurnal ke buku besar pada saat yang bersamaan.

Posted on April 4, 2012, in Pengantar Akuntansi. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: