Arsip Blog

Efisiensi Pasar

Manajemen investasi dan portofolio

Efisiensi Pasar

Kelompok 1:

ABANG REZA YUNAS

BRAYSA DEWINTA

GUSHARYATI

NASTA AULIA LISTI

RUTH A. PASARIBU

SALMAN HUSEIN

Dosen Pembimbing : ROFIKA, SE., M.Si, Ak

Efisiensi Pasar

 

  1. 1.  BENTUK-BENTUK EFISIENSI PASAR

Pasar efisien yang ditinjau dari sudut informasi saja disebut dengan efisiensi pasar secara informasi (informationally efficient market) sedang pasar efisien yang ditinjau dari sudut kecanggihan pelaku pasar dalam mengambil keputusan berdasarkan informasi yang tersedia disebut dengan efisiensi pasar secara keputusan (decisionally efficient market).

1.1.Efisiensi Pasar Secara Informasi

Kunci utama untuk mengukur pasar yang efisien adalah hubungan antara harga sekuritas dengan informasi. Fama (1970) menyajikan 3 macam bentuk utama dari efisiensi pasar berdasarkan ketiga macam bentuk dari informasi, yaitu informasi masa lalu, informasi sekarang yang sedang dipublikasikan dan informasi privat sebagai berikut ini :

  1. Efisiensi pasar bentuk lemah (weak form)

Pasar dikatakan efisien dalam bentuk lemah jika harga – harga dari sekuritas tercermin secara penuh (fully reflect) informasi masa lalu. Bentuk efisiensi pasar secara lemah ini berkaitan dengan teori langkah acak (random walk theary).

  1. Efisiensi pasar bentuk pasar setengah kuat (semistrong form)

Dikatakan demikian jika harga – harga sekuritas secara penuh mencerminkan (fully reflect) semua informasi yang dipublikasikan termasuk informasi yang berada di laporan – laporan keuangan perusahaan emiten. Informasi tersebut dapat berupa : 1)Informasi yang dipublikasikan yang hanya mempengaruhi harga sekuritas dari perusahaan yang mempublikasikan informasi tersebut. Contohnya dalam bentuk pengumuman.   2)      Informasi yang dipublikasikan yang mempengaruhi harga – harga sekuritas sejumlah perusahaan. Contohnya : peraturan pemerintah atau peraturan dari rebulator yang berdampak pada harga – harga sekuritas perusahaan yang terkena regulasi

Informasi yang dipublikasikan yang mempengaruhi harga – harga sekuritas semua perusahaan yang terdaftar di pasar saham. Contohnya peraturan pemerintah yang berdampak ke semua perusahaan emiten.

  1. Efisiensi pasar bentuk kuat (strong form)

Dikatakan demikian jika harga – harga sekuritas secara penuh mencerminkan (fully reflect) semua informasi yang tersedia termasuk informasi yang privat.

1.2.Efisiensi Pasar Secara Keputusan

Untuk informasi seperti pengumuman laba, efisiensi pasar tidak ditentukan dengan seberapa canggih pasar mengolah informasi laba tersebut, tetapi seberapa luas informasi tersebut tersedia di pasar. Informasi semacam ini disebut dengan efisiensi pasar secara informasi. Walaupun informasi sudah tersedia untuk semua pelaku pasar, tetapi pasar yang tidak efisien dapat saja terjadi, karena ada sekelompok pelaku pasar yang dapat memperoleh keuantungan yang tidak normal karena kecanggihannya. Jadi, pembagian efisiensi pasar berdasarkan ketersediaan informasi saja tidaklah cukup. Efisiensi pasar perlu juga dilihat berdasarkan kecanggihan pelaku pasar dalam mengolah informasi untuk pengambilan keputusan, yang selanjutnya disebut dengan efisiensi pasar secara keputusan.

Perbedaannya dengan efisiensi pasar secara informasi adalah jika efisiensi pasar secara informasi hanya mempertimbangkan sebuah faktor saja, yaitu ketersediaan informasi, maka pada efisiensi pasar secara keputusan mempertimbangkan dua faktor yakni, ketersediaan informasi dan kecanggihan pelaku pasar. Karena itulah suatu pasar yang efisien secara keputusan merupakan efisiensi pasar bentuk setengah kuat yang lebih tinggi dibandingkan efisiensi pasar bentuk setengah kuat secara informasi yang dapat digambarkan sebagai berikut :

efisiensi pasar

Pasar yang efisien secara informasi merupakan pasar yang adil sehingga penyelenggara pasar dan regulator berusaha membuat pasar saham seefisien mungkin. Oleh karena itu, regulator pasar modal berusaha untuk membuat informasi yang diperlukan menjadi tersedia di pasar secara luas, misalnya dengan mengharuskan pengungkapan informasi yang penting oleh perusahaan emiten. Informasi yang tersedia saja tidak dapat menjadikan pasar efisien secara keputusan. Untuk mengarah ke pasar yang efisien secara keputusan, maka pendidikan merupakan hal yang mutlak untuk membuat pelaku pasar menjadi canggih.

  1. 2.  DEFINISI EFISIENSI PASAR

Secara umum efisiensi pasar (Market efficiency) didefinisikan oleh Beaver (1989) sebagai hubungan antara harga-harga sekuritas dengan informasi. Secara detaiol efisiensi pasar dapat didefinisikan dalam beberapa macam definisi:

2.1. Definisi Efisiensi Pasar berdasarkan pada nilai intrinsik sekuritas.

Untuk konteks sekuritas-sekuritas yang harganya menyimpang dari nilai intinsiknya atau fundamentalnya, maka efisiensi pasar diukur dari seberapa jauh harga-harga sekuritas menyimpang dari nilai intrinsiknya. Dengan demikian suatu pasar yang efisien menurut konsep ini dapat didefinisikan sebgai pasar yang nilai-nilai yang sekuritasnya tidak menyimpang dari nilai-nilai intrinsiknya.

2.2. Definisi Efisiensi Pasar berdasarkan akurasi dari ekspektasi harga.

Fama (1970) mendefinisikan paar yang efisien sebagai berikut: Suatu pasar sekuritas dikatakan efisien jika harga-harga sekuritas mencerminkan secara penuh “Informasi yang tersedia”. Definisi ini menimbulkan banyak perdebatan, dan sehingga Fama juga menyadari bahwa definisinya sulit dibuktikan secara empiris, karena dibutuhkan suatu benchmark yang menunjukkan akurasi dari ekspektasi harga semua investor. Fama mencoba menginformasikan definisinya dengan mendefinikan suatu fungsi dari harga-harga di masa datang yang tergantung dari sel informasi yang tersedia di periode sekarang. Fungsi dari harga-harga di masa mendatang akibat informasi  yang tersedia menjadi bench mark yang kemudian dibandingkan dengan fungsi harga-harga di masa datang yang terjadi karena informasi yang benar-benar digunakan oleh pasar. Perbedaan harga dari kedua fungsi tersebut dianggap sebagai pasar yang tidak efisien.

2.3.Definisi Efisiensi Pasar Berdasarkan Distribusi Informasi

Definisi yang menggunakan akurasi dari ekspektasi harga sekuritas mempunyai permasalahan, yaitu jika ternyata investor mempunyai ekspektasi yang heterogen (berbeda), maka akan timbul pertanyaan ekspektasi siapa yang akan digunakan. Dengan adanya heterogeneous beliefs, maka harga sekuritas tidak lagi “fully reflect” semua informasi yang tersedia disebabkan karena masing-masing investor mempunyai informasi dan pengharapan atau ekspektasi yang berbeda-beda.

Meaver (1989) mendefinisikan efisiensi pasar berdasarkan distribusi informasi sebagai berikut ini.

Pasar dikatakan efisien terhadap suatu sistem informasi, jika dan hanya jika harga-harga sekuritas bertindak seakan-akan setiap orang mengamati sistem informasi tersebut.

Beaver beragumentasi bahwa jika harga-harga sekuritas mempunyai property seperti yang didefinisikannya, maka harga-harga tersebut dikatakan fully reflect terhadap informasi yang tersedia. Definisi Beaver ini mempunyai arti bahwa pasar dikatakan efisien terhadap satu set informasi yang spesifik (dihasilkan dari suatu sistem informasi) jika harga yang terjadi setelah informasi diterima oleh pelaku pasar sama dengan harga yang akan terjadi jika setiap orang mendapatkan set informasi tersebut. Harga yang terjadi di pasar yang efisien ini disebut dengan “fully-information price.”

Akan tetapi, Beaver beragumentasi lagi bahwa walaupun informasi secara publik tersedia, tetapi terdapat biaya untuk memperoleh informasi tersebut. Oleh karena itu, informasi yang disebarkan mungkin hanya diterima oleh sebagian dari investor saja dan pasar yang tidak efisien menurut definisi Beaver dapat saja terjadi.

Untuk menguji pasar yang efisien, maka masih dibutuhkan suatu ukuran pembanding (benchmark). Benchmark yang digunakan adalah return normal yang seharusnya diperoleh oleh pelaku pasar. Return hasil dari informasi kemudian dibandingkan dengan return normal menurut benchmark. Jika hasilnya tidak menyimpang berarti pasar sudah efisien dan sebaliknya. Model CAPM atau model pasar berdasarkan model indeks tunggal dapat digunakan untuk menghitung return normal tersebut. Selisih dari return normal dengan return sesungguhnya ini merupakan return yang tidak normal (abnormal return) atau disebut juga dengan return yang berkelebihan (excessive return). Dengan demikian untuk pasar yang efisien menurut Beaver ini, investor tidak akan menikmati abnormal return atau excessive return.

2.4.Definisi Efisiensi Pasar Didasarkan pada Proses Dinamik

Informasi yang tidak simetris atau asimetrik informasi (information asymmetric) adalah informasi privat yang hanya dimiliki oleh investor-investor yang mendapat informasi saja (informed investors). Definisi efisiensi pasar yang didasarkan pada proses dinamik mempertimbangkan distribusi informasi yang tidak simetris dan menjelaskan bagaimana harga-harga akan menyesuaikan karena informasi tidak simetris tersebut. Definisi kali ini menekankan pada kecepatan penyebaran informasi yang tidak simetris. Pasar dikatakan efisien jika penyebaran informasi ini dilakukan secara cepat sehingga informasi menjadi simetris, yaitu setiap orang memiliki informasi ini.

Konsep terbaru dari efisiensi pasar tidak mengharuskan kecepatan penyesuaian harus terjadi dengan seketika, tetap tejadi dengan cepat (quickly) setelah informasi disebarkan untuk menjadi tersedia bagi semua orang. Jones (1995) memberikan definisi pasar efisien yang memasukkan unsur dari kecepatan penyesuaian sebagai berikut ini.

Suatu pasar yang efisien adalah pasar yang harga-harga sekuritasnya secara cepat dan penuh mencerminkan semua informasi yang tersedia terhadap aktiva tersebut.

Pasar dikatakan efisien jika waktu penyesuaian harga ekulibrium dilakukan dengan sangat cepat, misalnya sebesar . Seberapa cepat waktu  untuk dapat menyerap semua informasi tergantung dari jenis informasinya. Jenis informasi ini misalnya adalah pengumuman oleh perusahaan emiten. Laba yang meningkat dianggap sebagai kabar yang baik dan laba yang menurun dianggap sebagai kabar yang buruk. Informasi yang mungkin cukup lama untuk dievaluasi oleh investor adalah informasi mengenai merger atau akuisisi. Akibatnya reaksi pasar untuk informasi sejenis ini terjadi dalm periode waktu yang cukup panjang.

Sebaliknya, pasar dikatakan tidak efisien jika kecepatan penyesuaian cukup lama, misalnya sebesar . Jika  berlarut-larut dan cukup lama, ini menunjukkan indikasi adanya distribusi informasi yang belum simetris, yaitu hanya beberapa investor saja yang mendapatkan informasi bersangkutan. Akibatnya, kelompok investor yang mendapatkan informasi ini dapat menikmati return yang tidak normal, yaitu return yang lebih besar dari return normal.

Ada beberapa penjelasan yang mendasari penyebaran informasi tidak simetris menjadi informasi simetris:

a.      Informasi privat disebarkan ke publik secara resmi melalui pengumuman oleh perusahaan emiten. Proses penyebaran informasi tidak simetris menjadi informasi simetris dengan cara ini akan terjadi dengan cepat.

  1. Investor yang memiliki informasi privat akan memggunakannyadan setalah itu mereka akan bersedia untuk menjualnya. Nilai dari informasi ini akan semakin rendah mendekati nol dengan sama banyaknya investor lainnya menggunakan informasi tersebut dan berusaha menjualnya kembali. Proses penyebaran informasi tidak simetris menjadi informasi simetris dengan cara ini mungkin akan terjadi lebih lambat dibandingkan jika perusahaan emiten mendistribusikan informasi dengan cara mengumumkannya seperti pada penjelasan yang pertama.

c.      Investor yang mendapat informasi secara privat akan melakukan tindakan yang spekulatif. Informasi asimetrik terjadi karena pemilik informasi privat sudah menggunakan informasi tersebut secara penuh.

  1. Teori ekspektasi rasional adalah teori yang menjelaskan bahwa investor yang tidak mempunyai informasi akan melakukan transaksi dengan mengikuti transaksi yang dilakukan oleh investor yang mempunyai informasi dengan mengamati perubahan dari harga yang terjadi. Informasi simetrik terjadi karena semua informasi privat sudah diserap oleh pasar lewat pengamatan harga yang terjadi akibat informasi privat tersebut.
  1. 3.  ALASAN-ALASAN PASAR YANG EFISIEN DAN TIDAK EFISIEN

Terdapat beberapa alas an yang menyebabkan pasar menjadi efisien yaitu karena peristiwa-peristiwa sebagai berikut:

  1. Investor adalah penerima harga (price takers), yang berarti bahwa sebagai pelaku pasar, investor seorang diri tidak dapat mempengaruhi harga dari suatu sekuritas, karena harga sekuritas ditentukan oleh banyak investor yang menentukan demand dan supply.
  2. Informasi tersedia secara luas kepada semua pelaku pasar pada saat yang bersamaan dan harga untuk memperoleh informasi tersebut murah, bahkan secara cuma-cuma.  Umumnya pelaku pasar menerima informasi lewat radio, Koran atau media massa lainnya, sehingga informasi tersebut dapat diterima pada saat yang bersamaan.
  3. Informasi dihasilkan secara acak (random) dan tiap-tiap pengumuman informasi sifatnya random satu dengan yang lainnya. Informasi dihasilkan secara random mempunyai arti bahwa investor tidak dapat memprediksi kapan emiten akan mengumumkan informasi yang baru.
  4. Investor bereaksi dengan menggunakan informasi secara penuh dan cepat, sehingga harga dari sekuritas berubah dengan semestinnya mencerminkan informasi tersebut untuk mencapai keseimbangan yang baru. Kondisi ini dapat tercapai jika pelaku pasar merupakan individu-individu yang canggih (sophisticated) yang mampu memahami dan menginterpretasikan informasi dengan cepat dan baik.

Sebaliknya jika kondisi-kondisi di atas tidak terpenuhi, kemungkinan pasar tidak efisien dapat terjadi. Dengan demikian, pasar menjadi tidak efisien jika kondisi kondisi berikut ini terjadi.

  1. Terdapat sejumlah kecil pelaku pasar yang dapat mempengaruhi harga dari sekuritas.
  2. Harga dari informasi adalah mahal dan terdapat akses yang tidak seragam antara pelaku pasar yang satu dengan pelaku pasar yang lainnya terhadap suatu informasi yang sama. Kondisi ini terjadi jika penyebaran informasi tidak merata sehingga ada sebagian pelaku pasar yang menerima informasi tepat waktunya, sebagian menerima informasi dengan terlambat, sisanya mungkin tidak menerima informasi sama sekali. Kondisi seperti ini yaitu sebagian pelaku pasar mempunyai informasi dan sebagian tidak mempunyainya disebut dengan informasi tidak simetris (information asymmetric). Mereka yang mempunyai akses privat terhadap informasi dan menggunakannya untuk bertransaksi disebut dengan insider trader. Perdagangan sekuritas dengan informasi privat (inside trading) merupakan kegiatan melanggar hukum, karena merugikan pelaku pasar lainnya yang tidak mendapatkan informasi bersangkutan.
  3. Informasi yang disebarkan dapat diprediksi dengan baik oleh sebagian pelaku-pelaku pasar.
  4. Investor adalah individual-individual yang lugas (naïve investors) dan tidak canggih (sophisticated investors) untuk pasar yang tidak efisien, masih banyak investor yang bereaksi terhadap informasi secara lugas (naïve fashion), karena mereka mempunyai kemampuan yang terbatas didalam mengartikan dan menginterpretasikan informasi yang diterima. Karena mereka tidak canggih, maka seringkali mereka melakukan keputusan yang salah yang akibatnya sekuritas bersangkutan secara tidak tepat. Seringkali untuk informasi-informasi yang harus diinterpretasikan (misalnya informasi tentang perubahan prosedur akuntansi), pasar tampaknya tersesat (fooled) oleh informasi tersebut. Briloff (1972) menunjukkan sejumlah kasus bahwa laporan-laporan akuntansi dapat menyesatkan pasar, sehingga harga-harga sahamnya dinilai secara tidak tepat dalam jangka waktu tertentu.

Sumber:

        Hartono, Jogiyanto. 2010. “Teori Portofolio dan Analisis Ivestasi Edisi Ketujuh”. BPFE-Yogyakarta.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.541 pengikut lainnya.