RETURN DAN RESIKO AKTIVA TUNGGAL

Pengertian Return & Resiko Suatu Investasi ( PENDAHULUAN )

Seorang investor maupun perusahaan yang melakukan kegiatan investasi selalu dihadapkan pada resiko dan return yang terkandung dalam investasi tersebut. Return dapat diartikan sebagai hasil pengembalian investasi atau hasil yang di peroleh dari investasi (pada umumnya dinyatakan dalam persentase dari investasi). Pengukuran return ini sangat penting bagi investor untuk menafsirkan seberapa baik manajer investasi melakukan investasi.

Hanya menghitung return saja untuk suatu investasi tidaklah cukup. Resiko dari investasi juga perlu diperhitungkan. Return dan resiko merupakan dua hal yang tidak terpisah, karena pertimbangan suatu investasi merupakan trade-off dari kedua factor ini. Return dan resiko mempunyai hubungan yang positif, semakin besar resiko yang harus ditanggung, semakin besar return yang harus dikompensasikan. Resiko sering dihubungkan dengan penyimpangan  atau deviasi dari outcome yang diterima dengan yang diekspektasi. Van Horne dan Wachowics, Jr. (1992) mendefinisikan resiko sebagai variabilitas return terhadap return yang diharapkan. Untuk menghitung resiko, metode yang banyak digunakan adalah deviasi standar yang mengukur absolute penyimpangan nilai-nilai yang sudah terjadi dengan nilai ekspektasinya.

Return realisasian (realized return ) merupakan return yang telah terjadi.return realisasian di hitung menggunaan data historis.return realisasi sangat penting karena di gunakan sebagai salah satu pengukur kinerja dari perusahaan.return realisasian atau return historis ini juga berguna sebagai dasar penentuan return ekspektasian dan resiko di masa yang akan dating.

Return ekspektasian ( expected return ) adalah return yang di harapkan akan di peroleh oleh investor di masa yang akan datang.berbeda dengan return realisasian yang sifat nya sudah terjadi,return ekspektassian sifat nya belum terjadi.

Komponen Return

Return dari suatu investasi terdiri dari dua komponen yaitu :

  • Yield : Komponen dasar yang paling sering muncul dalam investing return yaitu dalam arus kas secara periodik yang diperoleh selama berinvestasi, baik bunga maupun dividen. Dalam berinvestasi saham, yield-nya berupa dividen. Sedangkan dalam berinvestasi obligasi, yield-nya adalah berupa kupon. Pengukuran yield tergantung dari arus kas dan harga, seperti harga beli atau harga beli sekarang.
  • Capital gain (loss) : Komponen yang kedua ini juga penting, khususnya dalam saham biasa (common stock) dan long term bonds. Komponen ini merupakan apresiasi dari harga suatu asset yang biasanya disebut capital gain (loss). Capital gain (loss) secara sederhana dapat disebut perbedaan harga atau selisih antara harga jual dan harga beli suatu instrumen investasi. Bila harga jual < harga beli, maka terjadi capital loss dan sebaliknya.
  • Dari kedua komponen diatas, jika disatukan ke dalam bentuk total return menjadi :

TOTAL RETURN :YIELD + PRICE CHANGE

 

Sumber dan Tipe Risiko

Sumber risiko ada 8 jenis, antara lain :

Ó  Interest Risk Rate à Variabilitas dalam return sekuritas dari perubahan tingkat suku bunga yaitu interest rate risk. Interest rate risk mempengaruhi obligasi secara langsung daripada common stock, tapi itu juga mempengaruhi keduanya dan membutuhkan pertimbangan yang sangat penting bagi para investor.

Ó  Market Risk à Variabilitas return, hasil dari fluktuasi dalam keseluruhan pasar yaitu pasar saham agregat, itulah yang dimaksud dengan market risk. Market risk juga termasuk faktor-faktor eksogen seperti resesi, perang, perubahan struktur dalam ekonomi dan perubahan selera konsumen.

Ó  Inflation Risk à Faktor yang mempengaruhi semua sekuritas adalah resiko daya beli atau berkurangnya kemampuan membeli investasi dalam dollar. Dengan inflasi yang tidak menentu, return yang nyata juga melibatkan / mengandung resiko walaupun return nominal cukup aman. Resiko ini berhubungan dengan interest rate risk, karena interest rate biasanya meningkat seiring peningkatan inflasi.

Ó  Business Risk à Resiko melakukan suatu bisnis dalam industri khusus disebut business risk.

Ó  Financial Risk à Financial risk berhubungan dengan penggunaan pembiayaan hutang oleh perusahaan. Besarnya proporsi asset oleh pembiayaan hutang dan besarnya variabilitas return adalah sama. Konsep financial leverage juga termasuk di dalam financial risk.

Ó  Liquidity Risk à Resiko yang berhubungan dengan pasar sekunder dalam perdagangan sekuritas. Suatu investasi yang dapat dibeli atau dijual secara cepat dan tanpa harga yang signifikan biasanya bersifat liquid. Semakin tidak menentunya elemen waktu dan konsesi (kelonggaran) harga, semakin besar liquidity risk-nya.

Ó  Exchange Rate Risk à Semua investor yang berinvestasi secara internasional pada arena investasi global sekarang ini, menghadapi prospek yang tak menentu dalam return setelah mereka mengubah keuntungan mereka ke dalam mata uang negara mereka masing-masing. Exchange Rate Risk dapat didefinisikan sebagai variabilitas return yang disebabkan oleh fluktuasi mata uang. Exchange rate risk biasanya disebut juga currency risk.

Ó  Country Risk à Country risk biasanya disebut juga political risk, yaitu risiko yang penting untuk para investor pada zaman sekarang ini. Dengan banyaknya investor yang berinvestasi secara internasional, baik secara langsung maupun tidak langsung, stabilitas dan kelangsungan hidup ekonomi suatu negara perlu dipertimbangkan. United States mempunyai country risk yang paling rendah, dan beberapa negara lain dapat dinilai dengan menggunakan ukuran United States sebagai tolok ukurnya.

 

Tipe Risiko

  • Unsystematic Risk / Micro Risk.
  • Resiko yang bisa dihilangkan melalui diversifikasi dengan menganekaragamkan bentuk investasi. Contoh : masalah likuiditas perusahaan, kemampuan membayar dividen, efisiensi produk, dll.
  • Systematic Risk / Macro Risk.
  • Resiko yang tidak bisa dihilangkan melalui diversifikasi. Ukuran market risk adalah beta (β). Contoh : pengaruh inflasi, fluktuasi nilai tukar, economic growth, dan fluktuasi IHSG terhadap naik turunnya harga suatu asset.

Pengukuran Return Realisasi (Real Return)

  • Total Return

Sebuah pengukuran return yang benar harus memasukkan dua komponen dari return, yaitu hasil (yield) dan perubahan harga (price change). Return yang berlawanan dengan waktu atau dari sekuritas yang berbeda dapat diukur dan dibandingkan dengan menggunakan konsep total return. Total return adalah persentase yang berhubungan dengan semua penerimaan arus kas oleh seorang investor selama beberapa periode waktu yang telah ditentukan untuk harga pembelian atas asset.

Total return dirumuskan sebagai berikut:

RETURN  :CAPITAL GAIN ( LOSS) +YIELD

Capital gain atau capital loss merupakan selisih dari harga investasi sekarang relative dengan harga periode yang lalu.

CAPITAL GAIN (LOSS) =

Arus kas untuk sebuah obligasi (bond) berasal dari penerimaan pembayaran bunga, dan untuk sebuah saham berasal dari penerimaan dividen. Untuk beberapa asset, seperti sebuah surat kuasa atau sebuah saham yang tidak membayar dividen, hanya sebuah perubahan harga.

Konsep total return bernilai sebagai sebuah pengukuran return karena :

-          Semua terhitung.

-          Mengukur total return dari setiap original investment.

-          Memudahkan perbandingan return dari asset melalui periode yang telah ditetapkan, apakah perbandingan tersebut dari asset yang berbeda, seperti saham versus obligasi, atau dari sekuritas yang berbeda dengan tipe yang sama, seperti beberapa common stock.

Return total dapat juga di nyatakan sebagai berikut ini:

+ yield

Contoh soal 1:

-          Dividen setahun yang dibayarkan adalah sebesar Rp120,-. Harga saham bulan kemarin adalah sebesar Rp1010,- dan bulan ini adalah sebesar Rp1100,-. Return total bulan ini sebesar :

-          Return =

Contoh soal 2 :

-          Dividen setahun yang dibayarkan adalah sebesar Rp120-. Harga saham minggu kemarin adalah sebesar Rp1050,- dan  minggu ini adalah sebesar Rp1100,-. Return total minggu ini adalah sebesar :

-          Return =

  • Relative Return

-          Relative return terkadang diperlukan untuk mengukur return dari sedikit perbedaan dasar daripada total return. Relative return menyeleseaikan masalah ketika return negatif karena relative return selalu positif. Relative return menambahkan 1.0 untuk total return, dan meskipun relative return mungkin lebih kecil dari1.0, relative return akan lebih besar dari nol, dengan mengeliminasi angka-angka yang negative.

-          Relative return dirumuskan sebagai berikut :

RR =RETURN TOTAL+1

ATAU

+1

Contoh soal :

-          Tabel berikut menunjukkn nilai dari relative return untuk saham PT.’A’

-

PERIODE(1) HARGA SAHAM()( 2) DIVIDEN ()(3) RETURN ( Rt)(4) RELATIP RETURN (RRt)(5)=(4)+(1)
1989 1750 100 - -
1990 1755 100 0,060 1,060
1991 1790 100 0,077 1,077
1992 1810 150 0,095 1,095
1993 2010 150 0,193 1,193
1994 1905 200 0,047 1,047
1995 1920 200 0,113 1,113
1996 1935 200 0,112 1,112

Untuk tahun 1990, relative return di Tabel dapat dihitung sebagai berikut :

RR1990 = R1990 + 1 = 1.060

Atau dengan menggunakan rumus :

RR1990 = (P1990 + D1990) / P1989

(1755 + 100) /1750

1.060

  • Cumulative Wealth Index

Pengukuran return seperti pengukuran total return berubah dalam tingkat kekayaan. Meskipun begitu, cumulative wealth index lebih dikehendaki untuk mengukur tingkat kekayaan (atau harga) daripada perubahan kekayaannya. Dengan kata lain, kita mengukur pengaruh cumulative dari return sepanjang waktu dengan memberikan beberapa jumlah awal yang ditetapkan, yaitu 1.

Cumulative wealth index dirumuskan sebagai berikut:

IKK = KKo(1 + R1)(1 + R2) … (1 + Rn)

Keterangan :

IKK     = cumulative wealth index pada akhir periode n / indeks kemakmuran  kumulatif, mulai dari periode pertama sampai ke n

KK0    = index value awal , yaitu 1 / kekayaan awal

Rt        = periodik total return dalam bentuk decimal / return periode ke-t, mulai dari awal periode (t = 1) sampai ke akhir periode (t = n)

Cumulative wealth index dapat digunakan untuk menghitung rate of return untuk periode yang telah ditetapkan, dirumuskan sebagai berikut :

Rn =

Keterangan

Rn       = Total Return untuk periode n

CWI    = Cumulative Wealth Index

 

Contoh soal 1 :

Indeks kemakmuran kumulatif untuk saham PT ‘A’ mulai dari tahun 1989 sampai dengan tahun 1996 tampak di tabel berikut ini :

PERIODE RETURN ( Rt) INDEKS KEMAKMURAN KOMULATIF(IKK)
1989 - 1,000
1990 0,060 1,060
1991 0,077 1,142
1992 0,095 1,250
1993 0,193 1,492
1994 0,047 1,562
1995 0,113 1,738
1996 0,112 1,933

Indeks kemakmuran kumulatif ini menunjukkan kemakmuran akhir yang diperoleh dalam suatu periode tertentu. Misalnya dengan membeli saham ‘A’ di akhir tahun 1989, maka pada akhir tahun 1991, kemakmuran akan menjadi sebesar 114.20% dari kemakmuran semula. Jika saham ini dipertahankan lagi, maka pada akhir tahun berikutnya akan menjadi sebesar 125.00% dari nilai semula di akhir tahun 1990 dengan perhitungan sebagai berikut :

CWI1992 = 1 ( 1 + 0.060) (1 + 0.077) (1 + 0.095)

= 1.250 atau 125.00 %

CWI atau indeks kemakmuran kumulatif dapat juga dihitung berdasarkan  perkalian nilai-nilai komponennya sebagai berikut :

IKK = PHK x YK

Dengan :

IKK     = Indeks kemakmuran kumulatif

PHK    = Perubahan harga kumulatif

YK      = Yield kumulatif

Contoh Soal 2 :

Tabel berikut menunjukkan contoh hasil perhitungan indeks kumulatif yang dihitung dari perkalian perubahan harga kumulatif dengan yield kumulatif

PERIODE(1) CAPITAL GAIN (LOSS)( 2) DIVIDEN YIELD(3) PERUBAHAN HARGA KOMULATIF(4) YIELD KOMULATIF(5) INDEKS KEMAKMURAN KOMULATIF(6)=(4)X(5)
1990 0,0029 0,0571 1,003 1,057 1,060
1991 0,0199 0,0570 1,023 1,117 1,142
1992 0,0112 0,0838 1,034 1,211 1,250
1993 0,1105 0,0829 1,148 1,311 1,505
1994 -0,0522 0,0995 1,088 1,442 1,569
1995 0,0079 0,1050 1,097 1,593 1,747
1996 0,0078 0,1042 1,105 1,759 1,943

Sebagai ilustrasi perhitungan, perubahan harga kumulatif (PHK), Yield Kumulatif (YK) dan Indeks Kemakmuran Kumulatif (CWI) untuk tahun 1991 dapat dihitung sebagai berikut :

PHK1990        = (1 + Capital Gain1990)(1+ Capital Gain 1991)

= (1 + 0.0029)(1 + 0.0199) = 1.023

YK1991          = (1 + Yield1990)(1 + Yield 1991)

= (1+ 0.0571) (1+ 1.570) = 1.117

CWI1991        = (PHK1991)(YK1991)

= 1.023 x 1.117

= 1.142

Bila hasil ini dibandingkan dengan perhitungan pada tabel contoh soal 1 maka akan menunjukkan hasil yang hampir sama. Perbedaan nilai yang ada disebabkan oleh pembulatan dalam perhitungan.

Indeks berbeda dengan rata-rata, Indeks menggunakan tahun dasar di dalam perhitungannya, sedangkan rata-rata tidak menggunakannya. Dengan menggunakaan tahun dasar, indeks menunjukkan kinerja dari saham yang diwakilinya dari waktu ke waktu relatif terhadap periode waktu dasaranya, sedang rata-rata hanya menunjukkan kinerja pada suatu waktu tertentu, tidak dibandingkan relative dengan kinerja di waktu yang berbeda. Sebagai contoh adalah CWI pada contoh soal 2 untuk tahun 1996 adalah sebesar 1.943. tahun dasar indeks ini adalah tahun 1989 dengan nilai dasar 1. hasil ini menunjukkan bahwa selama 7 tahun yaitu dari tahun 1989 sampai dengan 1996, nilai dari saham perusahaan ‘A’ telah meningkat sebesar  94.3%.

Return yang disesuaikan (Adjusted Return)

  • Pengaruh perubahan inflasi

Semua return yang telah dibahas diatas adalah nominal returns, atau money returns, yaitu mengukur jumlah satuan mata uang atau perubahan jumlahnya tetapi tidak menyebutkan tentang kekuatan pembelian dari satuan mata uang tersebut. Untuk menangkap dimensi tersebut, kita perlu mempertimbangkan real return, atau inflation – adjusted returns.

Cara menghitung inflation – adjusted returns dirumuskan sebagai berikut:

Keterangan :

IF        = tarif inflasi

Persamaan tersebut digunakan untuk masing-masing tahun dan rata-rata dari total return.

TR(ia)  = the inflation – adjusted total return

Contoh soal 1:

Return sebesar 17% yang diterima setahun dari sebuah surat berharga jika disesuaikan dengan tingkat inflasi sebesar 5 % untuk tahun yang sama, akan memberikan return riel sebesar :

TR(ia) = [(1+0.17)/(1+0.05)]-1

= 0.11429 atau 11.429%.

Diversifikasi internasional sekarang semakin dibicarakan, karena diversifikasi seperti ini dapat menurunkan tingkat resiko yang sudah tidak dapat diturunkan lagi akibat diversifikasi domestic. Jika investasi dilakukan di luar negeri, pengembalian yang diperoleh perlu disesuaikan dengan kurs mata uang yang berlaku sebagai berikut :

Dengan

RKA      = Return yang disesuaikan dengan kurs mata uang asing

RR       = Relatif Return

Contoh soal 2 :

Investor Indonesia yang membeli saham perusahaan Amerika pada awal tahun1997 mendapatkan return tahunan sebesar 15%. Pada saat membeli saham ini, harga kurs beli us$ adalah sebesar Rp2000,- dan pada akhir tahun, kurs jual adalah sebesar Rp2100,- per US$. Return bersih yang diperoleh setelah disesuaikan dengan kurs adalah sebesar :

RKA = [ 1.15 x (rp2100 / Rp2000)] -1

= 0.2075 atau 20.75%

Return Rata-rata : Arithmetic and Geometric Mean

 

  • Arithmetic Mean

Statistik yang paling dikenal baik oleh kebanyakan orang adalah arithmetic mean. Oleh karena itu, ketika seseorang menunjuk ke mean return mereka biasanya menunjuk ke arithmetic mean. Arithmetic mean biasanya ditetapkan dengan simbol X-bar, dengan rumus:

  • Geometric Mean

Geometric mean return mengukur susunan tarif dari pertumbuhan (rate of growth) sepanjang waktu. Geometric mean terkadang digunakan dalam investasi dan keuangan untuk menggambarkan tarif pertumbuhan yang tetap dari dana investasi sepanjang beberapa periode yang lampau. Geometric mean ditentukan sebagai akar yang paling akhir dari produk yang dihasilkan dari perkembangan relative return.

Geometric mean dirumuskan sebagai berikut:

G = [(1 + TR1)(1 + TR2) … (1 + TRn)]     –  1

Arithmetic Mean Versus Geometric Mean

Kapan seharusnya kita menggunakan arithmetic mean dan kapan seharusnya kita menggunakan geometric mean untuk menerangkan return dari financial asset ?

Jawabannya tergantung dari pandangan objektif investor, yaitu:

ÿ  Arithmetic mean adalah sebuah pengukuran yang baik atas rata-rata (pada khususnya) yang ditunjukkan dalam satu periode. Arithmetic mean adalah perkiraan terbaik dari pengembalian yang diharapkan (expected return) untuk periode berikutnya

ÿ  Geometric mean adalah sebuah pengukuran yang baik atas perubahan kekayaan sepanjang waktu (multiple period). Geometric mean mengukur hasil susunan rate of return dimana uang bertambah melewati periode yang telah ditetapkan.

Contoh soal 1 :

Harga dari suatu saham pada periode ke-0 (periode awal) adalah Rp500,-. Pada periode selanjutnya (periode ke-1), harga saham ini meningkat menjadi Rp600,- dan turun di periode ke-2 menjadi Rp550,-. Return untuk masing-masing periode adalah sebagai berikut :

R1       =(Rp660 – Rp500)/Rp500

=0.20 atau 20%

R2       =(Rp550 – Rp600)/Rp600 = – 0.083 atau – 8.33%

Rata-rata Return yang dihitung berdasarkan dengan metode aritmatika adalah sebesar :

RA =

Jika dihitung dengan metode rata-rata geometric adalah sebesar

RG      = [(1 +0.2)(1 - 0.083)]1/2 – 1

= 0.04883 atau 4.883%

Dengan

Rata-rata geometric juga banyak digunakanuntuk menghitung CWI. Jika rata-rata geometric diketahui, CWI untuk suatu periode tertentu dapat dihitung dengan rumus :

CWIt = (1 + RG)n bv

Jika dihitung dengan metode rata-rata aritmatika pertumbuhan harga saham ini adalah sebesar 5.8335. Jika return ini benar dan harga bertumbuh dengan tingkat 5.833% maka untuk periode ke 2, harga saham ini seharusnya menjadi Rp560.03 (Rp500 x 1.05833 x 1.05833). Padahal harga saham ini di akhir periode ke-2 adalah sebsar Rp550,-. Dengan demikian return yang dihitung dengan metode rata-rata aritmatik ini kurang tepat. Jika dihitung dengan metode rata-rata geometrik, pertumbuhan harga saham ini adalah 4.883%. Dengan menggunakan tingkat pertumbuhan ini harga saham di akhir periode ke-2 seharusnya Rp550,- (Rp500 x 1.04883 x 1.04833) sesuai dengan nilai yang sebenarnya. Jadi metode rata-rata geometrik lebih tepat digunakan untuk situasi yang melibatkan pertumbuhan, sedang metode  rata-rata aritmatika lebih tepat digunakan untuk menghitung rata-rata untuk satu periode yang sama dari banyak return tanpa melibatkan pertumbuhan.

Rata-rata geometric juga banyak digunakanuntuk menghitung CWI. Jika rata-rata geometric diketahui, CWI untuk suatu periode tertentu dapat dihitung dengan rumus :

CWIt = (1 + RG)n bv

Dengan :

CWI (IKK)     = indeks kemakmuran kumulatif

Bv                   = nilai dasar

N                     = lama periode dari periode dasar ke periode ke-t

T                      = periode ke-t

Bv                   = nilai dasar

Rata-rata geometric untuk return dari tahun 1990 sampai dengan tahun 1996 adalah sebesar :

RG      = [(1+0.060)(1+0.077)(1+0.095)(1+0.13)(1+0.047)(1+0.113)(1+0.112)1/7 -1

= 0.0987

CWI untuk tahun 1996 dapat dihitung sebesar :

CWI1996 = (1+0.0987)7 x 1 =1.933136

Hubungan antara return rata-rata aritmatika dan rata-rata geometric adalah sebagai berikut :

(1 + RG)2  (1 + RA)2 –(SD)2

Contoh soal :

Rata-rata aritmatik untuk return dari tahun 1990 sampai dengan tahun 1996 adalah

Dari hubungan rata-rata aritmatika dan rata-rata geometric, deviasi standar dapat dihitung sebesar :

RA =

Dari hubungan rata-rata aritmatika dan rata-rata geometric, deviasi standar dapat dihitung sebesar :

(1+0.0987)2     (1+0.09957)2 –(SD)2

1.20714            1.2005 – SD2

SD2                  (1.20905 – 1.20714)

SD                    0.04375

About these ads

Posted on Oktober 25, 2012, in Manajemen Investasi dan portofolio (mifo). Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. klo boleh tau,..sumbernya atau daftar pustaka dari mana y?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.541 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: